Senin, 06 Agustus 2018

Rental Sewa Proyektor Kudus

Menyewakan Proyektor dalam segala Acara Murah dan Berkualitas Mesinya. Merk EPSON 36000 Lumensinya.
Cocok buat Nonton Bola, Nontong Film, Video dsb.
Presentasi dan slide foto.

Hubungi : 085325030114 (Najib)
Alamat.  : Getaspejaten RT.6 RW.3 Jati Kudus Gang Pragolapati SMP PGRI Jati. Museum Kretek Keselatan ada plang SMP PGRI belok kiri

Minggu, 25 Februari 2018

PMWC NU JATI KUDUS ADAKAN PKPNU

Kudus, 24/2/2018. Pengurus MWC NU (PMWCNU) Kecamatan Jati Kudus menggelar Pendidikan Kader Penggerak NU (PKPNU) angkatan pertama. Kegiatan ini Insya' Allah akan digelar selama 2 hari Sabtu-Ahad yaitu pada tanggal (24-25 Februari) 2018 di tempat Madrasah Diniyah Raudlatut Tholibin Jepang Pakis.
Bapak Rahmat ketua panitia dan juga Wakil ketua yang membawahi 2 Departemen yaitu LDNU dan LP. Ma'arif NU mengatakan, PKPNU ini merupakan kegiatan kaderisasi formal yang sudah menjadi ketentuan dan kewajiban bagi seluruh kader NU,  sehingga, kata Rahmat, secara bertahap seluruh kader NU harus mengikuti kegiatan PKPNU tersebut.

Kegiatan PKPNU angkatan pertama yang digelar di wilayah Khusus MWC NU Kecamatan Jati yaitu ada 14 Ranting NU tersebut, kegiatan perdana yang dikhususkan untuk PMWC NU Jati dan pengurus Ranting beserta kader NU yang ada di wilayah tersebut, hal itu dimaksudkan untuk menggerakkan kembali semangaat ke-NU-an dari segenap kader dan pengrus NU yang ada di wilayah Kecamatan Jati.

Pergerakan NU di Kecamatan Jati harus kita kawal, maka PKPNU ini diharapkan menjadi awal dari kembali semangat menggerakkan NU di wilayah Jati ini: ujar Najib, salah satu Kader NU di Departemen LDNU (Lembaga Da'wah NU).
Sementara itu, Sekretaris Pelaksana PKPNU Kecamatan Jati Zaenuri mengatakan, bahwa PKPNU adalah pelatihan formal yang sudah dirancang oleh PBNU, dan kegiatan itu menurutnya wajib diikuti oleh semua kader NU di Indonesia.
Mengapa PKPNU ini kegiatan wajib? pelatihan dan pendidikan yang bisa menggerakkan dan membangkitkan NU di masa-masa yang akan datang” ucapnya, Zaenuri.

Untuk itu, Panitia dan PMWC NU Jati  berharap kepada seluruh peserta PKPNU angkatan pertama agar bisa mengikuti acara tersebut hingga tuntas, dan nantinya bisa menjadi kader penggerak yang akan memajukan NU khususnya di Kecamatan Jati dan di masing-mading ranting NU.(njb)

Rabu, 17 Januari 2018

LDNU - LBMNU Adakan Kegiatan Selapanan Majlis Talim Istighosah dan Bahtsul Masail MWC NU Jati Kudus

Kudus, 17/01/2017. Alhamdulillah LDNU dan LBM NU (MWC NU) Kecamatan Jati sudah menghasilkan kesepakatan membuat sebuah kegiatan bersama yaitu "Selapanan Majlis Ta'lim Istighosah dan Bahtsul Masail" Sekecamatan Jati dengan Audien peserta umum, meliputi NU dan Banomnya, para kyai Masayikh, Kyai Muda, pondok pesantren (para santri), masyarakat, tokoh masyarakat, pengurus takmir masjid dan mushola. Se kecamatan Jati.

Diharapkan adanya Majlis Ta'lim ini akan menambah wujud Sillaturrakhim antar sesama yaitu Ukhuwah Islamiyyah dan Basyariyah untuk Syiar dan Da'wah kepada seluruh umat Islam khususnya di kecamatan Jati umumnya di kabupaten Kudus,kami berharap pada acara ini seluruh masayikh, kyai, bapak, ibu, kyai muda, pemuda pemudi,  pelajar dan santri bisa ikut dan mewarnai kegiatan ini.

Alangkah indahnya dalam kebersamaan untuk bisa syiar dan dakwah bersama untuk mengibarkan dan mengajarkan ajaran ajaran Ahlussunnah wal Jamaah An Nahdliyyah di tengah tengah masyarakat, apalagi di era sekarang ini, banyak hukum-hukum Islam mulai dari Ibadah dan muamalah lainua yang seenaknya saja menyimpang dari ajaran Aswaja An Nahdliyyah.

Kemudian, maka dari itu untuk memperkuat dan menambah wawasan keislamanan kita dengan selapanan kegiatan Selapanan Majlis Ta'lim (Istighosah dan Bahtsul Masail) ini akan menjadikan pembelajaran yang baik dan terarah, tidak belajar lewat google yang bisa menyesatkan tapi dengan kajian kitab kuning salafiyah An Nahdliyah yang dibimbing para kyai masayikh dan Kyai Muda NU yang berpengalaman.

Insya Allah pada akhir bulan Januari ini tepatnya pada Hari senin tanggal 29 Januari 2018 pada pukul 19.00-22.00 WIB di tempat masjid AT TAQWA Loram Kulon kerjasama PR.NU Loram kulon san Pengiris Takmir Masjid At Taqwa yang akan dimulai lagi LBM NU dan LDNU dengan mengkonsep acara majlis ilmu, syiar dan dakwah.

Susunan acaranya tepat dimulai pukul 19.30 (bakdal isya'), Pembukaan, Pembacaan Ayat Suci Al Qur'an dan Sholawat Asnawiyah, Istighosah (NU) versi dari Habib Luthfi, Doa, Bahsul Masail, Penutup.

Untuk awalan akan mengangkat tema pembahasan yaitu tentang "Thoharoh".
Acara Selapanan ini akan berkelanjutan (selapanan) di semua Ranting-Ranting NU yaitu 14 desa se kecamatan Jati anjang sana di masjid+masjid Jami' rantingnya.

Maka atas dukungan semua pihak Pengurus Takmir Masjid khususnya dan umumnya warga Nahdliyyin agar bersama bersama nguri nguri kegiatan ini agar nantinya bisa bermanfaat untuk generasi penerusnya. Amin.

Rabu, 08 November 2017

Kunjungan Konsolidasi Jajaran Syuriyah dan PC NU Kudus di MWC NU Jati

Kudus, 8/10/2017, Kunjungan konsolidasi dan kordinasi Jajaran Syuriyah NU dan PC NU kabupaten Kudus ke MWC NU Jati ini dihadiri oleh Rois Syuriyah NU Cabang Kudus KH. Ulil Albab Arwani Al Hafidz beserta Pengurus Cabang lainya yaitu diantaranya adalah Prof. KH. Muslim A.Kadir, KH. Shodikun, KH. Amin Yasin dan Bapak Agus Hari Ageng.

Selanjutnya dalam acara ini yang diundang adalah pengurus MWC sendiri, pengurus ranting NU Kecamatan Jati beserta Banomnya, yaitu NU, Muslimat, GP. Ansor, Fatayat, IPNU dan IPPNU.

Dalam sambutannya Rois Syuriyah NU Kudus, KH. Ulil Albab Arwani Berpesan ;
1. Menjalankan amanat itu harus ikhlas.
2. Taat Kepada Ulama' dan kyai adalah Ibadah.

Amanat dari Masyarakat harus dijaga dan dirawat dengan baik, Melaksanakan ibadah Kepada Allah SWT syarat utamanya agar ibadah kita diterima adalah IKHLAS karena Allah SWT, kalau kita beramal tidak ikhlas karena Allah, contohnya hanya ingin mendapatkan pujian atau imbalan maka Allah tidak akan menerima amalnya.

Amal adalah badan atau jisim dan Ikhlas adalah nyawa atau ruh. Berjuang menegakkan agama Islam dengan cara bermacam macam, pada zaman dahulu kita dengan perang melawann penjajah, maka pada saat ini kita dengan menggunakan syiar dakwah bukan lagi dengan perang. kalau umat Islam khususnya warga Nahdliyyin bersatu untuk mengakkan Aswaja Annahdliyyah maka umat islam akan kuat, jadi jangan sampai terpecah belah.

kemudian dalam suatu organisasi yang kuat dan berkembang maka perlu mencari seorang Pemimpin kuat adil dan peduli dengan masyarakatnya, maka Jamaahnya akan kuat. kita wajib selalu mengikuti perintah dari pemimpin, ulama, kyai dalam mengarahkan amar ma'ruf atau koridor yg baik dan jangan mengikuti hal perintah yang tidak baik, yang terpenting juga kita perhatikan adalah dengan taat ini kita mengikuti Sunnah-sunah Rasulullah. Persatuan dan Kesatuan adalah sebagai power (kekuatan ) untuk berjuang bersama menegakkn Islam Aswaja Annahdliyyah, karena itu dalam kepngurusan suatu oraganisasi harus sinergi dari mulai ranting, MWC sampai Cabang NU.

Syuriyah NU berpesan juga dalam menghadapi dinamika politik, apalagi dalam menjelang pilkada 2018 Kabupaten Kudus, kita sebagai Warga NU harus pintar dalam memilih pemimpin yang adil dan amanah. Kewajiban kita bersama untuk mendirikan pemimpin yang adil dan baik juga Amanah, karena ini adalah kewajiban dalam hukum syara' agama Islam maka kita harus melaksanakannya.

Adil harus bisa mentaati aturan dalam Islam dan pemerintah, hal ini memang sangat sulit, maka pilihlah pemimpin yang paling baik, kita harus berusaha melaksanakan dan mempersiapkan dengan memilih yang cerdas ketika nanti sudah waktu mencoblos, memang sebagai Rois Syuriyah NU tidak punya kursi, akan tetapi kewajiban untuk mengarahkan warga Nahdliyyin untuk memimilih kepada imam (pemimpin) yang adil dan baik.

Kenyataan dilapangan memang berat, pandangan dimasyarakat bahwa pemimpin dengan uang banyak akan terjadi (money politik), maka rakyat disuruh mencoblos dengan dikasih uang atau imbalan lainnya untuk memilih pemimpin. maka kita harus benar-benar berhati-hati untuk bisa menempatkan posisi seperti ini. Pilihlah pemimpin yang sefaham dengan Aswaja Annahdliyyah dan jangan memilih pemimpin yang tidak sefaham dengan Aswaja Annahdliyyah.

Dalam memilih dan memilah seorang pemimpin di pilkada 2018 Kabupaten Kudus ini, jajaran Syuriyah NU, PC NU beserta MWC, akan bermusyawarah untuk memilih dan mengarahkan masyarakat warga Nahdliyyin untuk memilih pemimpin yang adil dan baik. maka diadakan pertemuan atau majlis khusus untuk menentukan siapa pilihannya yang di usung NU waktu pilkada nanti.tidak malam ini saya sebutkan, tapi nanti, tutur Prof.KH. Muslim A.Kadir.

Kemudian acara konsolidasi ini dilanjutkan dengan tanya jawab dialogis yang dalam hal ini moderator dipimpin oleh bapak Agus Hari Ageng.
(red.Najib Azza)

Kamis, 26 Oktober 2017

Puncak Acara HSN 2017 Dengan MMBS

Kudus, 26/10/2017
Rangkaian HSN kabupaten kudus 2017 Alhamdulillah tinggal 1 event lagi, MMBS atau Mlaku Mlaku Bareng Santri. Kegiatan ini insya Allah akan di ikuti oleh 100 ribu peserta dari kalangan santriwan santriwati se kabupaten Kudus dengan memakai khas santri yaitu sarungan, acara yang di mulai pukul 05.00 WIB, dalam acara ini dimeriahkan beberapa perform dan atraksi diantaranya ada senam dzikir MA Banat NU, Atraksi Pagar Nusa dan Banser NU. Selain itu ada Teater, Bhakti Sosial medis barada banser, Donor darah dan Bhakti lingkungan LPBI NU. Acara ini sekaligus penutupan HSN 2017 kabupaten Kudus dan juga memperingati hari sumpah pemuda sebagai bentuk aktualisasi nilai-nilai kesantrian dalam membentengi PBNU yaitu (Pancasila, Bhineka tunggal ika, NKRI dan UUD 45), Salam Santri Mandiri, NKRI Hebat.
Sumber : H.Mawahib Afkar (Ketua SC HSN 2017 Kabupaten Kudus)

HSN KUDUS 2017

Mbah Maimoen Zubeir : Nabi Cinta Arab karena Bangsa Arab, Kita Bangsa Indonesia Harus Cinta Indonesia

Santri Bershalawat yang digelar pada Senin (23/10) di alun-alun simpang tujuh tetap penuh pengunjung meski diguyur hujan lebat. Acara yang menghadirkan KH. Maimoen Zubair dari Sarang, Ndoro Habib Muhammad Luthfi bin Hasyim bin Yahya dan Ndoro Habib Ali Zainal Abidin Assegaf merupakan rangkaian acara Hari  Santri Nasional Kabupaten Kudus 2017. Hadir pula KH. Muhammad Ulil Albab Arwani Rois Syuriyah Kabupaten Kudus, KH. Hasan Fauzi dan kiai-kiai lainnya.

Tetap padat pengunjung meski hujan lebat
Usai shalat maghrib, Muhibbin (sebutan para pecinta ndoro habaib) dan santri kudus sudah mulai memadati alun-alun saat Marching Band PP. Al Anwar Sarang mempertontonkan kepiawaiannya dibawah guyuran air hujan.

Seakan ikut khidmat mendengarkan mauidhoh KH Maimoen Zubair, sepanjang pengasuh PP Al Anwar ini menyampaikan mawaidh langit menahan air hujannya. Dalam mauidhohnya beliau menyampaikan jati diri santri. Santri adalah para penuntut ilmu yang diasuh oleh kiai pada khususnya, ustadz dan cendikiawan pada umumnya. Santri yang cerdas adalah santri yang mengetahui eranya, menghadapi urusannya dan makrifat kepada Allah Subhaanahu Wata’ala.

Alam itu pasti berubah dan setiap perubahan pasti menyisakan preseden. Mustasyar PBNU ini mengajak santri Kudus untuk belajar sejarah kejayaan Brawijaya yang kekuasaannya tidak hanya jawa tapi sampai luar jawa pada periode dakwah Sunan Ampel. Dahulu orang-orang Arab yang datang ke Irian menyebutnya Irian dengan sebutan Uryan (telanjang). Kemajuan yang dicapai orang Arab saat itu tidak sepesat tanah Jawa yang Islamnya dibawa oleh Walisongo. Hubungan yang terjalin baik antara Majapahit dengan Islam Kamboja yang terkenal dengan Campa telah melahirkan Raden Patah dan tokoh-tokoh besar Islam lainnya.

Beliau juga menceritakan bagaimana junjungan umat Islam Nabi Muhammad Shallallahu Alayhi Wasallam membangun masyarakat yang damai ketika di Madinah dengan menjalin hubungan baik dengan orang Arab maupun non Arab dan menjaga hubungan antar sesama tanpa memandang agama. Bahkan dalam kitab maulid dikisahkan Nabi mendapat hadiah dari raja-raja non muslim. Atas sikap kebaikannya, Nabi dianugerahi hadiah seorang wanita yang bernama Maria. Nama Maria oleh Nabi tidak dirubah menjadi Maryam demi menghormati yang memberi.

“Nabi telah bersabda; aku cinta Arab karena aku bangsa Arab. Kita pun sebagai bangsa Indonesia sudah seharusnya cinta Indonesia.” tegas mbah Maimoen. Beliau menambahkan bahwa Nabi bukan Arab tapi bangsa Arab karena Nabi adalah keturunan arab dari bangsa Arya keturunan dari Nabi Ibrahim Alayhissalam yang berbangsa Babilonia. Sedangkan Babilonia bukanlah Arab. “Nabi itu bersifat Islami namun tidak meninggalkan jiwa nasionalisme.” tandasnya.

22 Oktober yang telah ditetapkan presiden Jokowi sebagai Hari Santri Nasional merupakan tonggak kejayaan Indonesia. Oktober adalah bulan yang dimuliakan Allah. Nabi Muhammad Shallallahu Alayhi Wasallam hijrah sampai membangun masjid Quba kalau dalam kalender miladi bertepatan pada 1 Oktober.

Kemerdekaan Indonesia tidak dapat lepas dari jasa para kiai dan kiai itu kebanyakan dari NU. Menurut kiai Maimoen organisasi Nahdlatul Ulama pimpinan pusatnya adalah pilar negara yaitu PBNU. PBNU dalam pengertian beliau adalah singkatan dari Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan Undang-Undang Dasar 1945. Bangsa Indonesia adalah benar-benar bangsa yang terpilih. Tidak ada dipermukaan bumi umat Islam terbanyak seperti Indonesia. Sampai Allah menyebut Indonesia ini dalam surat Al Kahfi ayat 90 dan menganugerahi kemerdekaannya dengan angka 17, 8, dan 45.

“Dipakai atau tidak dipakai dalam kepengurusan NU saya tetap PBNU.” tegasnya. Nasionalisme Kiai yang sudah telah masuk usia 90an ini tidak sebatas dalam ucapan karena di rumah beliau terpasang dengan gagah lambang negara burung garuda. Beliau mengatakan, bahwa dalam lambang garuda pancasila terdapat dua sayap dengan jumlah bulu 17 di kanan, dan 17 disebelah kiri. Lambang angka 17 ini merupakan jumlah rukunnya shalat. Tujuh belas yang kedua, lanjut Mbah Moen, merupakan jumlah rakaat shalat sehari-semalam. “Ini adalah angka sembahyang, Kalau tidak tahu ini tidak sah shalatnya,” terangnya.

Sedangkan angka delapan disebutnya sebagai tolaknya neraka dan sebabnya masuk surga. Lebih lanjut beliau mengatakan tentang tujuh anggota tubuh yang wajib menempel ketika sujud, meliputi, kening, kedua tangan, kedua lutut, dan kedua kaki. “Tujuh ini sebagai penolak neraka, karena pintu neraka ada tujuh,” ujarnya.

“Ditambah satu lagi, jika kita ingin masuk surga yaitu hati harus menempel ingat pada Allah. Jadi jumlahnya genap delapan, karenanya delapan ini merupakan jumlah pintu surga,” tambahnya.

“Angka empat lima sebagai tahun Indonesia merdeka, bahwa setiap orang Islam harus membaca syahadat empat kali, dan lima kali. Malam empat kali, Maghrib dan Isya. Sedangkan siang hari lima kali, Subuh, Dzuhur, dan Ashar.” terang pengasuh PP Al Anwar. Oleh karenanya beliau mengajak untuk masuk ke dalam Islam secara kaaffah (keseluruhan) tanpa membawa kefanatikan.

http://www.muslimoderat.net/2017/10/mbah-maimoen-nabi-cinta-arab-karena.html?m=1